Daftar Potensi Desa

Pura Puseh Agung Desa Cempaga Pura Puseh Agung Desa Cempaga adalah sebuah pura penting yang terletak di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Pura ini merupakan salah satu pura utama dalam tradisi Bali Aga, yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi bagi masyarakat setempat.Pura Puseh Agung dikenal sebagai tempat suci untuk memuja leluhur dan dewa-dewa desa, serta menjadi pusat kegiatan keagamaan dan adat bagi warga Desa Cempaga. Arsitektur pura ini mencerminkan keunikan budaya Bali Aga dengan struktur yang sederhana namun sarat makna, seringkali dihiasi oleh ukiran-ukiran tradisional dan patung-patung yang merepresentasikan dewa-dewi Hindu.Setiap enam bulan sekali, Pura Puseh Agung menjadi pusat pelaksanaan upacara keagamaan besar yang disebut Sabo Muayon. Selama upacara ini, berbagai tarian sakral seperti Tari Jangkang dan Tari Rejang dipentaskan oleh anak-anak muda desa, menambah suasana sakral dan magis di area pura.Sebagai tempat yang sakral, Pura Puseh Agung tidak hanya menjadi tempat bersembahyang, tetapi juga pusat pelestarian budaya dan tradisi kuno Desa Cempaga. Warga desa dengan penuh semangat menjaga dan merawat pura ini, memastikan bahwa nilai-nilai spiritual dan kebudayaan mereka terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi.
Tari Sakral Desa Cempaga Desa Cempaga, terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, adalah salah satu desa Bali Aga yang mempertahankan tradisi dan budaya kuno. Setiap enam bulan sekali, desa ini menggelar upacara keagamaan besar yang dikenal sebagai Sabo Muayon, menampilkan serangkaian tarian sakral seperti Tari Jangkang, Tari Baris, dan berbagai tarian Rejang yang diperankan oleh anak-anak muda desa.Upacara ini berlangsung selama tiga hari, dengan puncak acara pada hari kedua, menarik ribuan warga dan pengunjung dari desa-desa sekitarnya. Tarian-tarian tersebut memiliki unsur magis dan melibatkan gerakan yang kompleks, mengikuti irama gamelan yang hanya dimainkan di pura desa dan tidak boleh dibawa keluar desa. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun, bertujuan untuk memperingati kemenangan Darma melawan Adarma dan memperkuat ikatan spiritual dan sosial di antara warga desa.Pementasan itu tujuan adalah memperingati hari kemenangan Darma melawan Adarma. Tarian sakral sekarang semakin di gemari oleh anak muda cempaga dan mereka bersemangat ikut menari dan mementaskan serta mendapat dukungan yang sangat kuat dari orang tua mereka yang ikut mengantar anak-anak menari. Dengan niat ngayah dan tanpa di bayar untuk menarikan tarian sakral Desa Bali Aga Cempaga