Daftar Berita

Gambar berita
Mengenal Desa Cempaga di Buleleng, Salah Satu Desa Bali Aga dengan Keunikannya

Desa Cempaga, salah satu desa tertua yang dikenal sebagai Desa Bali Aga, terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Kecamatan Banjar memiliki lima Desa Bali Aga yang sering disingkat SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyuseri). Desa Cempaga sendiri terdiri dari dua dusun: Dusun Corot dan Dusun Desa. Selain usianya yang tua, desa ini terkenal dengan tradisi unik dan kekayaan budayanya yang luar biasa.Lokasi dan Lingkungan AlamDesa Cempaga berada di dataran tinggi dengan pemandangan alam yang memukau. Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut yang indah, hutan desa yang alami, serta air terjun yang menakjubkan. Keindahan alam ini menjadikan Desa Cempaga sebagai salah satu destinasi wisata potensial di Kabupaten Buleleng.Tradisi dan Tari SakralDaya tarik utama Desa Cempaga adalah berbagai tarian sakral yang dimilikinya. Desa ini memiliki banyak jenis tarian sakral, seperti Tari Jangkang, Tari Baris (termasuk Baris Jojor dan Baris Dadap), serta berbagai jenis Tari Rejang. Beberapa jenis Tari Rejang yang ada di Desa Cempaga meliputi:Rejang BenehRejang Tuding PelayonRejang Lilit NyaliRejang Sirig BuntasRejang Embung KelorRejang KepetRejang GaluhRejang Pengecek GaluhRejang DepheRejang BungkolRejang RentengRejang LilitRejang LegongRejang UndaTari Jangkang, salah satu tarian unik dari desa ini, dibawakan oleh anak-anak yang sudah mepinggah (sudah ganti gigi) dan dipentaskan sehari setelah Hari Raya Kuningan di Pura Desa Cempaga. Tarian ini melambangkan prajurit perang dharma melawan adharma.Nyepi Adat dan Tradisi NgabenDesa Cempaga juga memiliki tradisi Nyepi Adat yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali setelah upacara Ngaben desa. Tradisi ini bertujuan untuk menyucikan lingkungan desa setelah prosesi Ngaben. Selama Nyepi Adat, masyarakat melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam dan menutup akses keluar masuk desa. Pelaksanaan Ngaben biasanya dilakukan saat Sasih Kanem, ketika hujan dianggap dapat melebur dan menghilangkan segala kotoran.Peran Pura dan Upacara KeagamaanPura Puseh Agung Desa Cempaga merupakan pusat spiritual dan kegiatan keagamaan di desa ini. Salah satu tarian sakral yang ditarikan di pura ini adalah Tari Rejang, yang melambangkan widyadara widyadari dalam menuntun Dewata yang berstana di Desa Cempaga. Tarian ini ditarikan oleh kelompok wanita desa pada malam hari hingga pagi hari sebelum upacara selesai. Tari Rejang menggambarkan keanggunan dan pesona seorang wanita, seolah bidadari turun dari kayangan.Pariwisata dan Pengembangan DesaDengan segala keunikan dan kekayaan budaya serta alam yang dimilikinya, Desa Cempaga memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata. Keindahan alam, tradisi yang kaya, dan tarian sakral yang mempesona membuat desa ini menjadi tujuan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan keaslian budaya Bali Aga.Desa Cempaga bukan hanya sekadar desa tua, tetapi juga sebuah komunitas yang mempertahankan dan merayakan warisan budaya mereka dengan penuh semangat. Tradisi unik dan kekayaan alamnya menjadikan Desa Cempaga sebagai salah satu permata tersembunyi di Kabupaten Buleleng, Bali.

Baca