Daftar Acara

gambar acara

25 September 2024

Upcoming

Pertunjukan Tari Rejang

Tari Rejang adalah tarian sakral khas Bali yang ditarikan oleh perempuan sebagai persembahan kepada dewa-dewa. Tarian ini terkenal di Desa Sidetapa, Buleleng, dan memiliki peran penting dalam upacara keagamaan desa.Lokasi dan PelaksanaanLokasi: Tari Rejang ditampilkan di pura-pura desa seperti Pura Desa Bale Agung. Latihan tari sering dilakukan di halaman sekolah atau balai desa.Waktu: Pertunjukan tari dilakukan pada saat piodalan (upacara keagamaan) dan Hari Raya Galungan serta Kuningan. Latihan rutin diadakan oleh komunitas desa.Penampilan dan MaknaPakaian dan Aksesoris: Penari mengenakan pakaian tradisional Bali yang terdiri dari kain kemben, selendang, dan hiasan kepala yang dihiasi bunga-bunga segar.Gerakan: Gerakannya lemah gemulai, melambangkan kesucian dan rasa hormat. Setiap gerakan dirancang untuk menyambut dan memuliakan kedatangan dewa-dewa yang dipercayai turun ke bumi selama upacara.Fungsi dan SignifikansiTari Rejang berfungsi sebagai media spiritual yang menghubungkan manusia dengan dunia ilahi. Tarian ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bentuk doa dan pemujaan yang membantu menjaga keseimbangan spiritual dalam masyarakat desa. Melalui tarian ini, nilai-nilai budaya dan tradisi diwariskan dari generasi ke generasi, memperkuat identitas dan kebersamaan komunitas.Latihan dan Pelestarian: Anak-anak dan remaja di Desa Sidetapa diajarkan Tari Rejang sebagai upaya pelestarian budaya. Kegiatan ini tidak hanya menjaga keberlanjutan tradisi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memberikan pengalaman mendalam bagi pengunjung.Dengan kekayaan budaya dan nilai-nilai spiritual yang terkandung, Tari Rejang menjadi salah satu aset penting dalam kebudayaan Bali, khususnya di Desa Sidetapa.

gambar acara

08 Februari 2022

Not Upcoming

Tradisi Maturan Duren

Desa Sidatapa di Kecamatan Banjar, Buleleng, dikenal dengan tradisi unik yang disebut "Maturan Duren," sebuah upacara adat yang dilakukan sebagai ungkapan syukur atas panen durian yang melimpah.Sebagai salah satu desa Bali Aga di Kabupaten Buleleng, Desa Sidatapa memiliki berbagai tradisi unik, termasuk upacara "Maturan Duren" yang menggabungkan adat dan ritual. Dalam tradisi ini, warga desa (krama ngarep) mempersembahkan tiga buah durian kepada leluhur, di mana satu buah durian akan dibawa pulang kembali dan dua buah lainnya disantap bersama setelah upacara selesai.Kelian Adat Desa Sidatapa, Putu Kasma, menjelaskan bahwa tradisi ini diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen durian. "Persembahan ini dilakukan oleh krama ngarep tergantung panennya," ujarnya pada acara yang berlangsung Selasa, 8 Februari 2022.Kepala Desa Sidatapa, Ketut Budiasa, menyatakan bahwa pihaknya bersama tokoh adat berusaha untuk mengemas tradisi ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Sidatapa, sehingga tradisi ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. "Harapan kami, warisan yang bijaksana ini bisa dikenal oleh lebih banyak masyarakat di Buleleng," ungkapnya.Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dodi Sukma Oktiva Askara, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rencana untuk memasukkan tradisi "Maturan Duren" dalam kalender acara wisata. "Kami sudah berdiskusi dan ke depan kami akan mencari konsep agar tradisi adat dan budaya ini tetap ajeg dan bisa dijadikan agenda acara," pungkasnya.sumber : link