Profil Desa
Desa Adat Penglipuran, terletak di Kabupaten Bangli, Bali, merupakan salah satu destinasi wisata yang memikat dengan keindahan dan keunikan budayanya. Desa ini dikenal luas karena arsitekturnya yang tradisional dan kebersihannya yang selalu terjaga. Penglipuran adalah salah satu desa adat di Bali yang masih mempertahankan tata ruang tradisional Bali yang asri dan harmonis, dengan rumah-rumah yang tertata rapi serta jalanan yang bersih dan bebas polusi.Nama "Penglipuran" sendiri berasal dari kata "pengeling" dan "pura", yang berarti tempat suci untuk mengenang para leluhur. Desa ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang menakjubkan tetapi juga nilai-nilai kearifan lokal yang masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Tradisi, adat istiadat, dan tata cara kehidupan di Penglipuran menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat.Di tengah arus modernisasi, Desa Penglipuran berhasil mempertahankan identitas budayanya. Setiap sudut desa mencerminkan kehidupan masyarakat Bali yang masih memegang teguh nilai-nilai adat dan tradisi. Selain itu, berbagai upacara dan festival adat rutin diadakan, yang menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan merasakan langsung kekayaan budaya Bali.Desa Penglipuran juga terkenal dengan kebersihannya, yang menjadikannya salah satu desa terbersih di dunia. Ini merupakan hasil dari kesadaran lingkungan yang tinggi dari masyarakat setempat serta aturan adat yang mengatur setiap aspek kehidupan di desa tersebut. Tidak heran jika Desa Penglipuran menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.Kunjungan ke Desa Adat Penglipuran bukan hanya sekadar perjalanan wisata, tetapi juga sebuah kesempatan untuk belajar dan memahami lebih dalam tentang kehidupan masyarakat Bali yang sesungguhnya. Desa ini menawarkan pengalaman yang autentik dan mengesankan bagi siapa saja yang ingin menyaksikan keindahan alam dan kearifan lokal yang berpadu dalam harmoni.
Peta Desa
Potensi Desa
Acara
04 Juli 2024
Desa Penglipuran, Bali - Penglipuran Village Festival XI kembali digelar dengan semangat merayakan kekayaan budaya dan tradisi Bali yang unik. Festival tahunan ini berlangsung selama beberapa hari, menarik ribuan wisatawan lokal dan internasional yang ingin merasakan keindahan dan keaslian budaya Bali.Penglipuran Village Festival XI menampilkan berbagai macam kegiatan budaya yang mencakup pertunjukan tari tradisional, pameran seni, dan lomba-lomba khas desa. Pengunjung disuguhkan dengan penampilan memukau dari para penari yang membawakan tarian Bali klasik seperti Legong, Barong, dan Kecak. Selain itu, festival ini juga menampilkan parade pakaian adat, yang memperlihatkan kekayaan tekstil dan busana tradisional Bali.Tidak hanya seni pertunjukan, Penglipuran Village Festival XI juga menjadi ajang pameran kerajinan tangan lokal. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan anyaman bambu, ukiran kayu, dan tenun ikat khas Bali. Produk-produk kerajinan ini juga tersedia untuk dibeli sebagai oleh-oleh khas yang otentik.Festival ini juga menonjolkan kuliner khas Bali yang lezat dan autentik. Pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan tradisional seperti ayam betutu, lawar, dan sate lilit, yang disajikan dengan cita rasa lokal yang otentik. Selain itu, berbagai minuman tradisional seperti arak Bali dan jamu juga tersedia untuk dinikmati.Penglipuran Village Festival XI tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga sebuah upaya untuk melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya Bali kepada generasi muda dan dunia internasional. Melalui festival ini, Desa Penglipuran menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian budaya, menjadikannya contoh nyata dari harmoni antara tradisi dan modernitas.Festival ini juga menawarkan berbagai kegiatan interaktif bagi pengunjung, seperti workshop tari Bali, kelas memasak, dan pameran foto sejarah Desa Penglipuran. Pengunjung dapat belajar langsung dari para ahli dan mendapatkan pengalaman mendalam tentang kehidupan dan tradisi masyarakat Bali.Penglipuran Village Festival XI menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya dapat dijaga dan dirayakan dengan cara yang inklusif dan menyenangkan. Dengan berbagai kegiatan yang menarik dan edukatif, festival ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga memperkaya pengetahuan dan pemahaman tentang keindahan budaya Bali.
Berita
Bali, Indonesia - Desa Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, telah dinobatkan sebagai salah satu desa adat terbersih di dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat lokal tetapi juga mengangkat nama Bali di mata dunia internasional sebagai destinasi wisata yang mengutamakan kebersihan dan kelestarian lingkungan.Desa Penglipuran dikenal luas karena arsitektur tradisionalnya yang khas dan lingkungannya yang sangat terjaga. Setiap rumah di desa ini dibangun dengan desain Bali klasik, dengan halaman yang tertata rapi dan bersih. Jalanan desa yang terbuat dari batu alam menambah kesan asri dan alami, bebas dari polusi dan sampah. Masyarakat desa memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, yang diterapkan melalui aturan adat yang ketat dan kesadaran kolektif yang kuat.Selain kebersihannya, Desa Penglipuran juga dikenal dengan tata ruang tradisionalnya yang unik. Desa ini mempertahankan konsep tata ruang Tri Mandala, yang membagi desa menjadi tiga bagian: utama (tempat suci), madya (tempat tinggal), dan nista (tempat usaha). Setiap bagian desa memiliki fungsi yang jelas dan dihormati oleh seluruh warga, menciptakan keharmonisan antara manusia dan lingkungan.Pengakuan dari UNESCO ini bukanlah yang pertama kali didapat oleh Desa Penglipuran. Sebelumnya, desa ini juga telah menerima berbagai penghargaan baik dari pemerintah Indonesia maupun lembaga internasional lainnya. Upaya masyarakat Penglipuran dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak hanya terbatas pada desa mereka sendiri, tetapi juga menginspirasi desa-desa lain di Bali dan Indonesia untuk melakukan hal yang sama.Kepala Desa Penglipuran, I Made Ariawan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan ini. "Pengakuan ini adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat Penglipuran yang selalu menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat dan lingkungan. Kami berharap desa ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dan dunia," ujarnya.Wisatawan yang berkunjung ke Desa Penglipuran tidak hanya disuguhkan pemandangan yang indah dan lingkungan yang bersih, tetapi juga dapat belajar tentang budaya dan tradisi Bali yang masih lestari. Berbagai upacara adat dan festival sering diadakan di desa ini, memberikan pengalaman yang autentik dan mendalam bagi para pengunjung.Dengan predikat sebagai desa adat terbersih, Desa Penglipuran terus menarik perhatian wisatawan domestik dan internasional. Hal ini tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa, sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan sebagai aset berharga yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
BacaKontak
penglipuran@desaadatbali.com
Telepon/Wa
082266007575
Alamat Desa
Kelurahan Kubu